Muhammad Syamsi Ali Galau Berkepanjangan Saat Jadi Imam Masjid Islamic Center of New York

Muhammad Syamsi Ali atau Shamsi Ali ternyata pernah diliputi kegalauan panjang saat menjabat sebagai Imam Masjid Islamic Center di Kota New York, Amerika Serikat (AS). Pria yang telah hidup di Kota New York selama kurang lebih 24 tahun itu awalnya mengungkapkan, kini tidak lagi menjabat sebagai Imam Masjid Islamic Center of New York. Syamsi Ali terakhir menjabat sebagai Imam di Masjid Raya Kota New York itu pada tahun 2014.

Syamsi Ali sejauh ini telah 12 tahun menjabat sebagai Imam Masjid Islamic Center of New York. "Saya selesai di Islamic Center karena hanya dua term saja, satu term lima tahun, malah saya 12 tahun sebenarnya menjadi imam," katanya. Selama menjadi Imam Masjid Islamic Center of New, Syamsi Ali mengaku diliputi perasaan galau berkepanjangan.

Alasannya bermacam macam, mulai dari jemaah Masjid Islamic Center yang datang dari beragam kalangan, hingga adanya stereotip buruk tentang orang Indonesia. "Alangkah beratnya seorang Indonesia memimpin Islamic Center yang jemaahnya beragam, termasuk ada dari Timur Tengah. Juga ada semacam asumsi yang mengatakan bahwa Indonesia itu incapable, kurang mampu memimpin, termasuk dalam keislaman," jelas Syamsi Ali. "Ini semua menjadikan saya cukup galau panjang. Ada kegalauan panjang yang ada pada diri saya," imbuh dia.

Hal lain yang membuatnya merasa galau yakni saat di mana dia memberikan ceramah ke beberapa universitas di Amerika. Syamsi menceritakan, bila mengenalkan diri sebagai warga dari Indonesia, para mahasiswa di Amerika cenderung memberikan tanggapan dingin. "Kalau saya mengenalkan diri bahwa saya ini dari Indonesia, biasanya mereka dingin. Responnya tidak terlalu bersemangat, entah kenapa," ujar dia.

Selain itu, Syamsi Ali juga menyadari bahwa Indonesia saat ini belum dikenal luas sebagai negara dengan populasi umat Islam terbesar di dunia. "Kalau saya mengatakan saya ini mewakili negara muslim terbesar dunia, mereka mengatakan, 'kamu dari Mesir ya? atau Saudi Arabia?," Tutur dia. "Saya mengatakan engga. Negara muslim terbesar dunia itu ada di Asia Tenggara. Mereka malah mengatakan, 'oh kamu dari Malaysia?," sambung Syamsi Ali.

Hal lain yang membuat Syamsi Ali galau saat menjabat Imam Masjid Islamic Center of New York City yakni adanya stereotip buruk tentang Islam, yang mengatakan di mana ada Islam, di situ ada konflik. "Ternyata ada stigma, ada stereotip, yang mengatakan bahwa di mana ada konflik, di situ ada Islam. Dan di mana ada Islam, hati hati akan terjadi ada konflik," kata dia. "Hal hal ini yang menjadikan saya galau, dan menjadi beban tersendiri," imbuh Syamsi Ali.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Nasional

Perampasan Aset oleh Penegak Hukum Diduga Langgar HAM dan Wujud Ketidakadilan Sosial

Penyitaan hingga perampasan aset masyarakat yang tidak terkait tindak pidana korupsi berpotensi melanggar Hak Asasi Manusia. Begitulah menurut Pakar Hukum Pidana Universitas Al Azhar, Suparji Ahmad. Suparji mengatakan kebijakan formulatif perampasan aset hasil tindak pidana korupsi saat ini terdapat pada Undang undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto Undang undang 20 […]

Read More
Nasional

Prakiraan Cuaca BMKG 33 Kota Besar Saat Libur Idul Adha, Selasa 20 Juli 2021: Jakarta Cerah Berawan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca saat libur Hari Raya Idul Adha, Selasa (20/7/2021) untuk 33 kota besar di Indonesia. Pada perayaan Hari Raya Idul Adha, sebagian besar wilayah diprediksi cerah hingga cerah berawan. BMKG memprediksi Jakarta Pusat, Semarang dan beberapa kota lainnya cerah. Sementara Kota Bandung dan Palangkaraya berpotensi hujan dengan […]

Read More
Nasional

Di Sesko AU, Puan Sampaikan Pentingnya Kekuatan Pertahanan dan Ancaman Serangan Cyber

Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan bahwa TNI harus membutuhkan sistem pertahanan negara yang memiliki strategi Geopolitik, dukungan sumber daya manusia, sarana dan prasarana alutsista mumpuni untuk mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan serta kedaulatan negara. Hal itu disampaikan Puan saat memberikan kuliah umum kepada Perwira Siswa (Pasis) angkatan ke 58 Sekolah Staf dan Komando Angkatan […]

Read More