Ini yang Terjadi Pada Tubuh Saat Mengidap Bronkitis

Bronkitis adalah salah satu jenis penyakit paru-paru yang umum dialami oleh para perokok dan kondisi tersebut dibagi menjadi dua jenis baik akut ataupun kronis. Tubuh manusia tentu mengalami gejala bronkitis yang berbeda tergantung pada jenis yang menyerang tubuh tersebut.

Apa saja yang terjadi pada tubuh ketika mengidap bronkitis?

1. Bronkitis Akut

Pada bagian besar kasus bronkitis terjadi saat infeksi mengiritasi bronkus dan hal ini memicu dinding saluran produksi lendir yang jauh lebih banyak. Tubuh pada umumnya mengeluarkan lendir ekstra melalui batuk dan gejala bronkitis umum dialami dan dibedakan berdasarkan jenis.

Organ paru-paru manusia punya bronkus yang menjadi saluran pernapasan utama yakni ketika mengedarkan kitis maka saluran besar paru seperti trakea mengalami peradangan. Sebagian besar kasusnya disebabkan oleh infeksi virus dan bakteri dan biasanya gejalanya batuk-batuk.

Bronkitis akut biasanya disebabkan oleh infeksi dari jenis virus yang sama yang menyebabkan pilek dan flu. Bronkitis aku juga disebabkan oleh infeksi bakteri seperti debu atau rokok serta senyawa pembersih kimia.

Bronkitis adalah penyakit yang terjadi ketika seseorang mengidap flu atau infeksi di saluran pernapasan. Adapun risikonya semakin tinggi pada pengidap sinusitis kronis serta amandel bahkan pembengkakan kelenjar gondok atau tiroid.

Penyakit ini dapat terjadi setelah seseorang mengidap flu atau infeksi di saluran pernapasan. Kondisi bronkitis semakin serius apabila dialami oleh pengidap sakit paru-paru dan jantung karena salah satu komplikasi bisa muncul seperti pneumonia.

Jenis bronkitis umum dialami oleh anak-anak di usia dibawah 5 tahun walau bisa saja sembuh dengan sendirinya di waktu 7 sampai 10 hari. Gejala batuk yang muncul bisa bertahan jauh lebih lama dan terdapat sejumlah kondisi yang dialami oleh para pengidap bronkitis akut.

Kondisi tersebut adalah sakit punggung dan otot, batuk kering yang disusul batuk berdahak, tubuh terasa panas dan dingin, badan lebih lelah dan pegal, mengalami sakit kepala, pilek dan sakit tenggorokan, demam ringan, sesak napas, bahkan mengi.

2. Bronkitis Kronis

Adapun bronkitis kronis adalah peradangan jangka panjang pada bronkus yang umum terjadi pada perokok aktif. Orang dengan bronkitis kronis cenderung lebih mudah mengalami infeksi paru-paru yakni ketika gejala yang dialami semakin parah maka kondisi itu bisa berubah menjadi bronkitis akut.

Bronkitis kronis cenderung lebih banyak dialami oleh orang dengan usia 40 tahun ke atas dan masa pemulihannya juga lebih lama. Bisa dimasukkan ke dalam kategori penyakit paru-paru abstraktif kronis yang mana hal yang terjadi pada tubuh pengidap bronkitis kronis adalah batuk kering.

Pastinya juga terdengar mengingat ketika bernafas dan terasa tidak nyaman yang terjadi pada dada. Pada bronkitis juga terjadi kebiruan pada kuku serta kulit akibat penurunan kadar oksigen dan terjadi odem pada kaki serta suara mengirim yang muncul ketika bernafas.

Gagal jantung juga bisa terjadi karena gejala bronkitis pada umumnya dialami oleh pengidap selama bertahun-tahun. Salah satu gejala yang bertahan lama adalah batuk berdahak karena jika gejala dibiarkan begitu saja maka dapat memicu sejumlah kondisi tertentu.

Salah satunya adalah disabilitas yang ditandai dengan keterbatasan fisik dan mental serta sensoris dalam jangka waktu lama. Terdapat juga infeksi yang mempengaruhi saluran udara paru-paru dan penyempitan serta penyumbatan saluran pernapasan.

Terjadi juga kesulitan bernafas karena gejala bronkitis yang muncul akan bergantung pada jenis yang dialami nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Kesehatan

Biasa Dialami Usia Dewasa, Kini Herpes Zoster Juga Sering Terjadi Pada Usia Muda

Herpes Zoster (HZ) merupakan penyakit yang dikenal sebagai shingles atau cacar ular dan bisa juga disebut cacar api, yakni suatu sindrom khas yang disebabkan oleh reaktivasi Varicella Zoster Virus (VZV). VZV ini merupakan virus yang sama yang menyebabkan cacar air, reaktivasi virus ini terjadi saat kekebalan tubuh terhadap VZV menurun karena terjadinya proses penuaan atau […]

Read More